Rabu, 18 November 2015

Sejarah Converse


Sejarah Sepatu Converse

Yak, Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah terciptanya sepatu Converse. Mengapa saya menceritakan tentang sejarah terciptanya seapatu converse?? Karena saya berjualan sepatu converse juga, sedikit promosi lah hehe.

Sepatu converse tercipta berawal dari olahraga basket. Ketika pertama kali berdiri di tahun 1908, Converse, yang namanya adalah Converse Rubber Corporation, adalah perusahaan yang membuat alas kaki serta sepatu kerja musiman yang berbasis pada bahan karet. Tapi membuat produk musiman berarti membuat pekerja mereka nganggur di waktu-waktu tertentu. Akhirnya, perusahaan ini memutuskan untuk membuat sepatu olahraga. Dan karena saat itu olahraga basket sangat populer, maka mereka memutuskan untuk membuat sepatu yang bisa dipakai untuk bermain basket. Sepatu basket pertama dari Converse diproduksi di tahun 1917. Dan percaya atau tidak, sepatunya punya model yang tidak jauh berbeda dengan model high-top sekarang, dengan warna cokelat.

 image

Tahun 1920 Converse mulai memproduksi sepatu ini dengan warna hitam seluruhnya menggunakan bahan kanvas atau kulit, serta sol karet yang sangat tebal. Awalnya, sepatu ini belum begitu populer, sampai seorang bernama Charles ‘Chuck’ H. Taylor melihat sepatu ini.

Dan di tahun 1921 sepatu Converse dipopulerkan oleh Chuck Taylor. Chuck Taylor hitam putih adalah salah satu model atau warna pertama dan paling populer sampai sekarang. Ketika pertama kali melihatnya Chuck Taylor langsung suka dengan sepatu itu dan yakin bahwa sepatu ini punya potensi besar di industri bola basket.

Saking yakinnya beliau, di tahun 1921 Chuck Taylor bergabung menjadi pegawai sales Converse dan juga pemain sekaligus pelatih tim basket yang disponsori oleh Converse, Converse All-Stars. Semenjak bergabung, Chuck Taylor selalu berkeliling ke berbagai sekolah di berbagai kota untuk membawakan klinik atau pelatihan basket.

Bersamaan dengan itu, dia juga mempromosikan sekaligus menjual sepatu Converse yang sangat disukainya itu. Berkat kemampuannya dalam berjualan sepatu Converse ini semakin lama semakin sangat populer. Tapi jasanya tidak cuma itu saja, Chuck Taylor juga sering memberi ide dan masukan desain yang menurutnya bisa membuat sepatunya lebih baik dan lebih nyaman untuk dipakai.

Awal mula terciptanya logo Convorse All-Star yang sering kamu lihat di sepatu Converse hi-top. Karena jasanya yang sangat besar bagi perusahaan, di tahun 1932 Converse menambahkan tanda tangan Chuck Taylor di logo pada bagian pergelangan kaki sepatu Converse itu. Sejak itulah, nama Chuck Taylor sangat identik dengan sepatu Converse. Sejak nama Chuck Taylor tertempel di logo brand-nya, sepatu Converse semakin merajai pasar sepatu basket.




image

Semua pemain basket, baik itu profesional, tim kampus, tim sekolah, atau siapapun yang ingin bermain basket dengan serius pasti mau dan punya sepatu ini. Tidak hanya di pasar pemain basket, berkat varian sepatu berwarna putih dengan strip merah dan biru yang sangat patriotik bagi Amerika serta varian yang hitam polos, sepatu ini juga sering digunakan oleh para tentara Amerika untuk latihan.Sampai tahun 50’an, sepatu Converse ini memegang 80 persen pangsa pasar sepatu kets atau sneakers. Chuck Taylor sendiri juga diangkat sebagai “Ambassador to Basketball” berkat jasa-jasanya mempromosikan olahraga basket. Di tahun 1968, ia juga dimasukkan ke dalam Basketball Hall of Fame.

Bergeser dari sepatu olahraga jadi sepatu anak grunge dan rock. Tetapi sayangnya setahun setelah itu, Chuck Taylor meninggal dunia. Dan sejak saat itu, ada banyak perusahaan saingan yang mulai memproduksi sepatu tandingan yang punya model dan warna baru. Serta teknologi yang lebih canggih yang menunjang kenyamanan. Akibatnya, pangsa pasar sepatu Converse di ranah basket mulai hilang, dan orang-orang mulai meninggalkan sepatu ini.Di tahun 70-an, setelah kehilangan dominasi di pasar basket, sepatu Converse malah menjadi simbol counter-culture atau anti-mainstream.

Khususnya untuk rocket dan hipster. Sepatu ini mulai bergeser dari sepatu olahraga menjadi sepatu santai berkat penampilan dan warnanya yang khas, serta alternatif yang lebih murah dibanding brand lain. Popularitasnya di sektor ini juga menjadi semakin jelas ketika di tahun 80-an dan 90-an ada banyak orang terkenal yang menggunakan sepatu ini misalnya James Dean, Guns N’ Roses, dan Kurt Cobain.

Popularitasnya di komunitas rock dan grunge ini jugalah yang membuat sepatu Converse pertama kali populer di Indonesia. Tapi, meksipun masih punya pangsa pasar, perusahaan Converse sendiri mengalami masa-masa sulit di tahun 80-an dan 90-an akibat pergantian manajemen dan keputusan bisnis yang buruk. Saking kesulitannya, di tahun 2001, perusahaan Converse terancam bangkrut. Tapi brand Converse sendiri sudah terlalu kuat, dan pemilik baru juga mengambil alih serta menutup pabrik produksinya di Amerika Serikat dan memindahkannya ke Asia.

Yak, itulah sedikit yang dapat saya sampaikan tentang sejarah awalmulanya terbentuknya sepatu Converse yang terkenal di Amerika dan akhirnya sampai melesat terkenala ke benua Asia dan sekarang masih sangat ngetrend di benua Amerika maupun benua Asia. Apalagi di Indonesia sendiri sangat masih terknal dan di gandrungi para anak muda Inonesia. Yak, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan sedikit menambah pengetahuan, terima kasih.

SEJARAH SEPATU

Sejarah Terciptanya Sepatu


Bagaimana awal mulanya terciptanya sepatu? Bagaimana bisa adanya sepatu? 
Kali ini saya akan membahas sejarah tentang awal mulanya di terciptanya sepatu di dunia ini. Di mulai Dari jaman kuno orang-orang pada waktu itu belum menggunakan sepatu.
Para ahli sejarah memperkirakan bahwa sepatu pertama kali dibuat pada zaman Es atau sekitar 5 juta tahun lalu. Sepatu itu dibuat dari kulit hewan. Sepatu primitif (kuno) dalam jumlah besar pernah ditemukan di pedalaman Missouri, Amerika Serikat (AS). Diperkirakan sepatu itu berasal dari 8000 Sebelum Masehi (SM).
Sepatu lainnya juga pernah ditemukan di pegunungan Prancis dan kemungkinan berasal dari 3300 SM. Selain dari kulit binatang, ada juga sepatu yang terbuat dari rumput atau semak. Gunanya, untuk melindungi kaki dari teriknya sinar matahari atau dinginnya suhu. Selain di Missouri, ditemukan juga alas kaki yang berasal dari peradaban Mesir Kuno, Viking, dan China kuno.

Alas kaki yang berasal dari Mesir Kuno, berhiaskan gambar yang sangat indah. Alas kaki tersebut merupakan milik raja Mesir. Alas kaki pada saat itu digunakan untuk menunjukkan status sosial penggunanya. Di zaman itu, hanya para bangsawan dan orang-orang kayalah yang mampu untuk memakai sepatu.

Masyarakat Yunani Kuno juga memiliki alas kaki yang sangat menunjang kegiatan mereka sehari-hari. Sepatu mereka memiliki banyak tali yang diikat di sekeliling betis. Tentara Romawi Kuno juga memiliki sepatu yang sangat khas. Sepatu ini disebut caligae.
 
Saat para tentara Romawi kembali dari peperangan dan menang, caligae diberi paku yang berasal dari perunggu, perak, bahkan emas. Seiring bertambahnya waktu, manusia terus menyempurnakan bentuk sepatu. Tentunya, hal itu dimaksudkan untuk lebih memberikan kenyamanan bagi para pemakainya.
Lantas, bagaimana sejarah perkembangan sepatu dari masa ke masa?

Tahun 1800 Sepatu beralaskan sol karet pertama dibuat dan dinamakan plimsolls. 1892 Goodyear dan perusahaan sepatu karet dari US Rubber Company, memulai memproduksi sepatu karet dan kanvas yang diberi nama Keds. 1908 Marquis M. Converse mendirikan perusahaan sepatu Converse.
Perusahaan inilah yang membuat sepatu untuk olahraga basket pertama kali.

Sepatu ini pula yang mengubah permainan bola basket lebih dari seabad dan menjadi ikon AS. 1917 Sepatu keds menjadi sepatu atletik pertama yang diproduksi secara massal. Di kemudian hari, sepatu ini disebut sneaker karena solnya lebih halus dan tidak menimbulkan suara decitan pada kondisi tertentu. 
1920 Adi Dassler, pendiri Adidas, mulai memproduksi sepatu olahraga buatan tangan di kamar mandi ibunya. Ia membuat sepatu tanpa bantuan alat-alat listrik. 1924 Adi dan Rudolph Dassler, dengan bantuan 50 anggota keluarganya, mendaftarkan bisnisnya dengan nama Gebr der Dassler Schuhfabrik di Herzogenaurach, Jerman.

Ini menjadi awal berdirinya Adidas seperti sekarang 1948 Puma Schuhfabrik Rudolf Dassler didirikan. Sepatu sepak bola pertama Puma digunakan oleh tim sepak bola Jerman Barat. 1950 Sneaker menjadi sepatu pilihan di mana-mana. Pasalnya, sepatu ini murah dan mudah diperoleh oleh seluruh anak muda di seluruh dunia.
 
Selain sneaker, sepatu bertumit tinggi alias stiletto juga menjadi tren di awal 1950-an. 1962 Phil Knight dan Bill Bowerman meluncurkan sepatu atletik berteknologi tinggi (pada masa itu) dengan nama Blue Ribbon Sports (BRS). Seiring dengan desain dan teknologinya yang baru, pada tahun 1968, nama mereka diganti menjadi Nike.

1970 Platform shoes dengan tumit setinggi 2-5 inci atau 5—12 sentimeter menjadi incaran pria dan wanita. Era 70-an juga merupakan awal kepopuleran sepatu model bakiak. 1990 Awal era ini diramaikan dengan jenis sepatu bersol rata, berwarna, dan persegi.

1995 Museum Sepatu Bata di Toronto, Kanada, resmi dibuka pada bulan Mei. 1998-2001 Sepatu lars menjadi salah satu sepatu yang populer di Indonesia. 2006-sekarang Model wedges shoes (berbentuk irisan) merupakan model yang populer di kalangan kaum perempuan. Di samping itu, sepatu-sepatu yang menawarkan kenyamanan bagi para pemakainya mulai menjadi pilihan banyak orang.

Nah, itulah sedikit ulasan artikel tentang sejarah terciptanya sepatu, meskipun sedikit melihat dari google sih hehehe, tapi saya tambahi dengan sedikit ulasan yang lebih lengkap dan lebih baik, yak sekian artikel yang saya buat semoga bermanfaat, terima kasih.